-
Untuk Apa?
Jakarta, 7 September 2025
Mereka. Tidak. Mendengar.
Pada bulan Agustus 2025, gelombang demonstrasi semakin banyak dan semakin besar. Represi terus dilakukan aparat yang ugal-ugalan dalam menjalankan tugas. Mirisnya, pemerintah tetap tidak peduli. Mereka merespons dengan berkata bahwa demonstrasi adalah hak, seolah perkataan tersebut cukup untuk menggugurkan kewajiban mereka untuk merespons aspirasi kami. Kami tidak butuh mereka merapalkan bahwa demonstrasi adalah hak kami; kami perlu suara kami didengar dan keinginan kami dijalankan.
-
Sampai Kapan?
Jakarta, 7 September 2025
Mereka tidak mendengar
10 bulan berlalu sejak pelantikan Prabowo dan Gibran menjadi Presiden dan Wakil Presiden Indonesia pada Oktober 2024. Demonstrasi menjadi tantangan pemerintahan ini. Bukan tanpa alasan, demonstrasi terjadi karena memprotes absennya pemerintah dalam mendengarkan aspirasi masyarakat atas program-program dan kasus-kasus yang terjadi.
-
Sebuah Memoar untuk Masa Depan
Jakarta, 6 September 2025
Menulis kembali
Entah berapa lama sejak terakhir kali saya menulis secara serius apa yang menjadi pikiran saya. Beberapa hari lalu, titik didih kemarahan kami sebagai rakyat Indonesia mencapai puncaknya: Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online tewas ditabrak dan dilindas kendaraan taktis Brimob di tengah gelombang demonstrasi masif dan berkepanjangan di seluruh negeri.